pengertian emotional marketing

Apa kabar Sahabat UKM?

Semoga Anda senantiasa bersemangat dan bahagia. Sesuai janji saya, saya akan mencoba menguraikan mengenai strategi menyentuh hati pelanggan Anda dengan Emotional Marketing.

Apa sih Emotional Marketing?

Mungkin sebagian dari Anda berpikiran bahwa Emotional Marketing adalah barang baru dalam strategi pemasaran. Apakah benar? Sebenarnya tidak. Emotional Marketing sebetulnya telah ada didalam konsep dasar pemasaran itu sendiri, dimana sebuah produk atau jasa menawarkan dua jenis benefit, yakni functional benefit (fungsi, riil), serta emotional benefit (rasa, makna). Nah, dari konsep emotional benefit inilah nantinya akan dikembangkan menjadi strategi Emotional Marketing.

Emotional Marketing adalah metode penyampaian pesan dari sebuah brand yang mampu membangun ego para calon pelanggan. Metode ini mampu membuat mereka (pelanggan) merasa lebih pintar, merasa lebih berani, lebih canggih, atau tentang emosi lain yang sangat penting bagi harga diri mereka. Dengan membuat pelanggan merasa lebih baik tentang diri mereka, brand mampu melampaui status produk yang sekedar dikonsumsi, menjadi teman, bahkan menjadi sesuatu yang dibanggakan.

Emotional Marketing membuat brand Anda menjadi sesuatu yang spesial dan dapat membangun keterikatan seumur hidup. Pelanggan tidak sekedar dibuat untuk tertarik dengan fungsi dan fitur dari sebuah produk, namun secara emosional mereka memiliki alasan lain untuk memilih brand Anda tersebut.

Sebagai contoh, beberapa brand besar sangat dicintai oleh pelanggan sehingga mereka dengan bangga memakai logo di kaos mereka (misal: Starbucks, Hard Rock Cafe), menato mereka di tubuh mereka (Harley Davidson), dan bahkan memajang brand-brand tersebut di profil media sosial.

Itulah sebagian dari kejeniusan Emotional Marketing. Komunikasi yang dilakukan masuk menggunakan perasaan pelanggan itu sendiri. Dikarenakan ini adalah emosi yang ingin dirasakan pelanggan, iklan atau promosi tampak terasa nyaman dan akrab dengan mereka dan disadari atau tidak, mereka dengan sukarela menyebarkan (mempromosikan) brand tersebut.

Tentunya membutuhkan metode khusus untuk membuat atau merencanakan strategi Emotional Marketing ini. Di tulisan selanjutnya saya akan mencoba untuk menguraikannya lebih dalam lagi.

Demikian untuk kesempatan ini, mohon maaf jika ada kesalahan.

Terimakasih,

dan Mari Bicara Emotional Marketing.

 

Robby Cahyadi

Trainer Emotional Marketing

 

Ingin berdiskusi lebih banyak mengenai Bisnis & Emotional Marketing? Ikuti Facebook Page saya disini.

2 thoughts on “Apa Sih Emotional Marketing?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *