emotional-marketing-facebook

Hallo Sahabat UKM yang berbahagia.

Familiar dengan Facebook Ads?

Yup.

Platform media sosial terbesar ini punya layanan jasa yang luar biasa yang memungkinkan kita beriklan kepada target market yang sangat spesifik, dengan sistem lelang.

Benar.

Iklan Facebook adalah lelang yang besar.

Ada pemenang dan pecundang.

Sekarang, Anda tidak ingin berada di pihak yang kalah bukan?

Jadi, apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat iklan Facebook (kampanye) bisa tampil sebagai juara?

Tentu saja dengan memilih langkah cerdas dan strategi yang teruji akan membuat iklan Facebook Anda yang menarik perhatian orang, sebelum ada postingan Facebook atau iklan lainnya yang bisa mereka temukan di timeline. Meskipun ada banyak tips dan trik yang dibahas dalam seminar- FB Ads, saya punya salah satu strategi yang sangat menjanjikan; bermain dengan Emotional Marketing.

Analisis terhadap 1.400 studi kasus iklan Facebook yang berhasil, menemukan bahwa kampanye dengan konten emosional murni lebih unggul sekitar dua kali lipat (31% vs. 16%) dibandingkan konten rasional.

Trend Hunter Marketing menganalisis 55 kampanye yang mengandung konten Emotional Marketing, dan menemukan skor popularitas rata-rata menjadi 8,0 – lebih tinggi daripada kategori lainnya.

Dengan meningkatkan promosi Facebook Anda dengan sedikit emosi dan sensasi, Anda dapat memikat audiens Facebook Anda, membuat mereka mengklik dan membeli.

Tidak ada batasan untuk emosi yang bisa Anda mainkan, entah itu perasaan senang, melankolis, kaget, dan sebagainya. Namun dalam pembahasan singkat kali ini saya akan mencoba spesifik membahas satu hal saja.
Bantu Orang Merasa Bangga
Menurut Dan Hill, penulis Emotionomics: Memanfaatkan Emosi untuk Sukses Bisnis:

“Emosi memproses masukan sensorik hanya dalam seperlima waktu kesadaran kita, otak kognitif mengambil untuk mengasimilasi masukan yang sama.”

Ini berarti bahwa emosi memiliki efek yang kuat terhadap tindakan langsung kita.

Dalam iklan Facebook-nya, LEGO membuat ibu bangga dengan anak-anak mereka, mengingatkan mereka akan kemampuan anak-anak untuk menciptakan hal-hal menakjubkan.

contoh-emotional-marketing

Iklan LEGO membuat ibu-ibu bangga. Apalagi kampanye LEGO berkait dengan poin sebelumnya – menggunakan emosi harapan. Banyak orang tua tertarik pada tawaran tersebut karena mereka ingin anak-anak mereka belajar dan berhasil.

Cara lain untuk membuat orang merasa senang dengan pembelian mereka adalah dengan mengingatkan mereka bahwa mereka membuat pilihan cerdas.

Itulah yang dilakukan Klub Cukur Dollar dengan mengatakan bahwa produk mereka adalah cara cerdas untuk bercukur.

Orang yang membeli produk mereka akan tahu bahwa mereka telah melakukan keputusan yang tepat dan mereka merasa nyaman dengan hal itu.

contoh-emotional-marketing
Di artikel selanjutnya saya akan mencoba kupas lebih dalam lagi mengenai strategi Emotional Marketing di media sosial, dengan contoh yang lebih beragam.

Demikian untuk kesempatan ini, mohon maaf jika ada kesalahan.

Terimakasih,

dan Mari Bicara Emotional Marketing.

 

Robby Cahyadi

Trainer Emotional Marketing

 

Ingin berdiskusi lebih banyak mengenai Bisnis & Emotional Marketing? Ikuti Facebook Page saya disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *