emotional-branding-robby-cahyadi

Hallo Sahabat Entrepreneur.

Semoga kebahagiaan selalu menyertai Anda.

Kali ini saya akan mengupas salah satu bagian penting dari strategi Emotional Marketing, yaitu Emotional Branding.

Apa lagi ini? Oke, tetap baca sampai selesai ya, gak panjang kok tulisannya.

Sebelumnya saya mau bertanya, atau lebih tepatnya ingin meyakinkan lagi. Apakah Anda punya keterikatan khusus dengan merek dari produk tertentu? Maksud saya seperti ini, bagi sebagian orang, akan sangat tidak nyaman kalau harus ngopi di coffee shop yang bukan menjadi coffee shop favoritnya, atau bagi sebagian lain ada yang merasa kurang spesial jika menikmati makan malam bersama keluarga jika itu bukan tempat yang bersejarah bagi dirinya.

Punya pengalaman seperti itu?

Oke, kita lanjut dulu. Sebenarnya apa sih Emotional Branding itu?

Menurut Marc Gobe, Emotional Branding adalah menciptakan suatu nuansa emosional yang bertujuan menjalin hubungan emosional yang mendalam antara merek dan konsumen dengan pendekatan – pendekatan yang kreatif dan juga inovatif.

Strategi yang digunakan biasanya adalah dengan memfokuskan penerapan pada aspek yang paling mendesak pada manusia yaitu keinginan mendapatkan kepuasan material dan pemenuhan emosional yang menyebabkan terciptanya sebuah produk yang dapat menggoda perasaan dan keinginan konsumen untuk membeli produk tersebut dan membuat produk tersebut hidup untuk konsumen yang dapat membentuk hubungan yang mendalam dan bertahan cukup lama.

Emotional branding merupakan sebuah alat untuk menciptakan dialog pribadi dengan konsumen. Konsumen saat ini berharap bahwa produk yang mereka pilih dapat memahami mereka dengan sangat mendalam secara individual dengan pemahaman yang solid mengenai kebutuhan dan orientasi dari budaya mereka masing-masing.

Sahabat UKM sekalian, dari sini dapat kita tarik kesimpulan bahwa masa depan dari branding yaitu mendengarkan pendapat maupun keluhan dari konsumen secara seksama, agar dapat menjalin hubungan yang kuat dengan mereka, dengan cara membawa solusi yang menyenangkan dan dapat meningkatkan ketertarikan produk perusahaan kita ke hati konsumen.

Pengalaman Panca Indra (Sensorial Experience)

Pernahkah Anda memperhatikan brand-brand tertentu yang berusaha “menguasai” pelanggannya dengan menyentuh segenap panca indra yang mereka miliki?. Sebagai contoh, bagi sebagian orang mungkin irama jingle es krim walls bisa seketika hadir dalam ingatan mereka jika kita membicarakan es krim. Atau jika saya sebutkan merek coffee & donat JCo, mungkin aromanya yang khas bisa langsung membuat pelanggannya jadi kangen (kangen dibeliin, hehe.). Saya pernah pengalaman di jalan arah menuju sebuah mall, melihat seorang yang mengenakan pakaian seragam yang walaupun saya tidak membaca merk restorannya, namun dari warnanya yang khas pink-ungu saya bisa menebak kalau dia bekerja di Solaria, seketika saya terbayang menu-menu makanannya yang beberapa menjadi favorit saya dan istri.

Itulah yang dinamakan Sensorial Experience.

Sensorial experience yaitu kegiatan penciptaan brand dengan memberikan rangsangan panca indra konsumen dengan menggugah mereka secara emosional atau juga bisa artikan memberikan kesan pertama yang baik kepada konsumen sehingga konsumen dapat secara langsung melihat produk tersebut bagus atau tidak, karena itulah kegiatan menawarkan suatu merek secara langsung / menggunakan panca indra dapat menjadi perangkat branding merek yang sangat efektif.

Beberapa Contoh rangsangan pada Panca indra:

1. Bunyi yang Membawa Suasana :

Bunyi (musik) merupakan pendekatan yang efektif karena tidak sekedar alat untuk menaruh perhatian konsumen tetapi juga mengikat emosi konsumen mereka agar mereka terkesan dan selalu teringat tentang produk tersebut dari musiknya. (seperti Ice cream Walls dengan musik khasnya)

2. Warna yang Menghipnotis :

Setiap strategi emotional branding harus mempertimbangkan efek dari warna terhadap merek. Warna yang tepat mengidentifikasikan logo, produk, tampilan merek, serta merangsang ingatan mereka terhadap suatu produk.selain warna, gambar dan pencahayaan juga merupakan elemen penting dalam desain interior. karena gambar dapat berbicara langsung ke sasaran dengan segera dan dengan jangkauan yang luas sedangkan pencahayaan yang menarik dapat membuat suatu produk menjadi lebih indah.

3. Rasa Yang menggiurkan :

Menawarkan makanan menunjukan empati, membuat perasaan menjadi lega dan bahkan memberikan kesenangan. Pada jaman sekarang banyak tempat-tempat yang tidak ada hubungannya dengan makanan membuat gerai makanan dan minuman sebagai pelengkap / justru sebagai bagian utamanya. (contoh Toko buku TogaMas, selain menjual buku-buku, mereka juga memiliki kafe untuk nongkrong atau juga untuk konsumen menjadi lebih relax dalam membaca buku yang mereka beli). dengan demikian selain konsumen puas dengan produk yang kita beli mereka juga mendapatkan pengalaman yang unik dan menyenangkan

4. Bentuk yang menyentuh :

Memegang, merasakan, membelai, merupakan cara dasar yang menyenangkan untuk menjelajah dan menghadapi dunia. Penelitian telah menemukan bahwa informasi saja tidak cukup , konsumen cenderung menyentuh produk sebagai proses evaluasi. oleh karena itu beberapa bisnis telah membuat desain produk yang menarik dengan tujuan untuk membuat merek mereka terasa menyenangkan ketika disentuh (botol kaca coca-cola merupakan contoh yang brilian dalam memikat upaca indra sentuhan).

5. Aroma Yang menggoda :

Masing-masing bau berbeda satu dengan yang lainnya dan memberikan petunjuk bagaimana bau secara halus dapat digunakan untuk membedakan antara suatu merek dengan merek yang lain. Di atas saya sudah singgung sebagai strategi kepunyaan JCo.

Hal penting yang perlu disadari dalam memberikan sensorial experience adalah mengeksplorasi apa yang belum di eksplorasi tetapi tidak mengeksploitasi dengan berlebihan. seperti halnya bisikan yang menggoda dan bukannya teriakan yang menggelegar.

Demikian untuk kesempatan ini, mohon maaf jika ada kesalahan.

Terimakasih,

dan Mari Bicara Emotional Marketing.

 

Robby Cahyadi

Trainer Emotional Marketing

Ingin berdiskusi lebih banyak mengenai Bisnis & Emotional Marketing? Ikuti Facebook Page saya disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *