emotional marketing engage customer

Hallo Sahabat UKM.

Pernahkah Anda memikirkan, bagaimana sebuah brand besar bisa dicintai banyak orang bahkan menjadi pelanggan setia? Apakah Anda pernah melihat dua orang berdebat mengenai kehebatan brand yang masing-masing mereka gunakan (dan mereka bahkan tidak dibayar untuk itu)?

Ikatan emosional antara pelanggan dengan brand adalah sesuatu yang bisa dibangun. Untuk menjalin hubungan tersebut, Anda perlu mengetahui tiga level berikut:
1. Level Fungsional
Pada level ini, ikatan hubungan dengan pelanggan  menyangkut reliabilitas produk atau jasa Anda. Sejauh mana produk Anda dipercaya oleh pelanggan dan secara konsisten menjawab semua permasalahan pelanggan. Semakin kuat marketing yang Anda lakukan maka pelanggan akan semakin mempercayai produk Anda. Salah satu cara memupuk kepercayaan calon pelanggan adalah dengan memperlihatkan testimoni pelanggan.
2. Level Emosional
Untuk menumbuhkan sesuatu yang emosional memang susah-susah gampang, dikarenakan karakter pelanggan yang tentunya berbeda setiap orang. Anda harus bisa menyentuh ego yang dimiliki oleh pelanggan, tentang apa yang ingin mereka rasakan, apa yang ingin mereka inginkan, atau bahkan apa yang mereka takutkan.

Salah satu solusi agar Anda bisa menyentuh emosional pelanggan adalah dengan copywriting. Melalui tulisan, Anda dapat dengan mudah menyentuh tingkat emosional pelanggan sehingga dengan sadar pelanggan akan langsung membeli produk Anda setelah membaca tulisan yang Anda buat.
3. Level Inspirasional
Ini menyangkut bagaimana nilai-nilai yang diusung brand ditangkap pelanggan. Setelah pelanggan sadar dan tahu akan nilai-nilai yang Anda tawarkan pada pelanggan, maka secara sukarela pelanggan akan mengantri untuk membeli produk Anda.
Pengaruh emosional pelanggan memang sering diabaikan oleh marketer ataupun pelanggan itu sendiri. Peluang inilah yang sebenarnya bisa kita ambil dan jangan sampai diabaikan begitu saja. Agar pelanggan termotivasi untuk berbagi dan tercipta ikatan yang kuat dengan brand. Berhentilah membanggakan fitur produk Anda, karena kompetitor Anda mungkin saja bisa buat yang lebih hebat. Anda hanya perlu fokus dalam memicu emosi yang tepat, dari khalayak yang tepat, dan pada waktu yang tepat. Layaknya mendapatkan hati pasangan, Anda tidak perlu menjadi yang paling tampan atau paling cantik bukan? Ini hanya persoalan siapa yang terlebih dahulu menyentuh hatinya.

Demikian untuk kesempatan ini, mohon maaf jika ada kesalahan.

Terimakasih,

dan Mari Bicara Emotional Marketing.

 

Robby Cahyadi

Trainer Emotional Marketing

 

Ingin berdiskusi lebih banyak mengenai Bisnis & Emotional Marketing? Ikuti Facebook Page saya disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *