executive-coach-robby-cahyadi

Sahabat sekalian,

Coaching membuka potensi seseorang untuk memaksimalkan performanya. Hal ini membantu mereka untuk belajar daripada mengajarkan mereka. Coaching berkaitan dengan “Bagaimana” : bergerak maju dari tempat coachee sekarang, dan merancang perubahan untuk mencapai tingkatan yang coachee inginkan. Hal tersebut berorientasi pada tindakan dan fokus dengan kondisi sekarang dan masa depan bukan pada masa lalu.

Konsep Coaching dan Definisi Coaching berdasarkan ICF

Coaching sebagai bentuk kemitraan bersama klien (Coachee) untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimilikinya dengan proses yang menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif – (International Coach Federation – ICF)
Kemitraan adalah bekerjasama dengan klien, memposisikan diri sebagai mitra sejajar, menjaga netralitas hubungan dan saling menghargai satu sama lain.
Proses yang menstimulasi pemikiran dan kreatif – Coach membantu coachee dalam menstimulasi, memprovokasi, menginspirasi pemikirannya sendiri melalui proses coaching dengan menggunakan seluruh kompetensi coach dalam membuat coachee menemukan jawaban dan solusi dari pikirannya sendiri.
Memaksimalkan potensi pribadi dan profesiona – Setiap orang memiliki potensi dalam dirinya melalui pribadinya maupun profesionalismenya. Proses coaching membantu coachee untuk memaksimalkan potensi yang ada didalam dirinya.
Coaching menciptakan rasa kepemilikan, akuntabilitas, dan komitmen dari coachee yang memungkinkan potensinya tergali lebih luas dan mencapai prestasi yang lebih besar dalam pekerjaan, bisnis, maupun kehidupan.

Perlukah Coaching?

Berikut ini ada dua hasil penelitian terkait dengan hasil penerapan coaching di perusahaan.

• Training meningkatkan produktivitas 22,4%, sedangkan training yang ditindaklanjuti dengan coaching meningkatkan produktivitas 88%. (Public Personel Management, Gerald Olivero – 1997)
• Dari 761 level eksekutif Dell Computer Corporation yang telah menerima coaching, 90% merasa tingkat kepuasan dan adanya kecenderungan mendapatkan promosi (Human Resource Magazine)

Apa saja Jenis Coaching di Perusahaan?

Berikut ini beberapa model coaching yang biasa diterapkan dan menjadi kebutuhan di dalam perusahaan:

1. Coaching untuk Executive (Executive Coaching.)

2. Coaching untuk Manager

3. Coaching untuk Kepemimpinan

4. Coaching untuk Talent Pool

5. Coaching untuk Transisi.

6. Coaching untuk Peningkatan Performa.

7. Coaching untuk Team Enggagement

8. Coaching untuk Hubungan antar Karyawan

9. Coaching untuk Perbaikan Kinerja

10. Coaching untuk Peningkatan Produktivitas, dan banyak lainnya.

Nah, untuk penjelasan masing-masing model coaching di perusahaan ini, insyaAllah dilain waktu akan kita kupas tuntas.

Silahkan klik disini dan Kita akan mendiskusikan banyak hal tentang bagaimana strategi yang tepat untuk mengembangkan bisnis Anda, tentunya dengan didampingi oleh seorang business coach yang profesional.

Terima kasih,

Sampai Jumpa dalam Sesi Coaching yang Penuh Makna.
Robby Cahyadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *