video emotional marketing

Hallo Sahabat UKM.

Semoga kebahagiaan selalu menyertai Anda.

Kali ini saya akan membahas lebih lanjut mengenai salah satu strategi dalam mengaplikasikan Emotional Marketing yaitu melalui media video.

Okey. Kita langsung ke inti pembahasan aja.

Pada postingan sebelumnya saya sudah memberi satu contoh video Emotional Marketing, yaitu kepunyaan Lamborghini. Apa sebenarnya yang harus dimiliki dalam sebuah video penasaran agar mampu “terlihat” dan mampu menarik hati para calon pelanggan Anda?

Jawabannya adalah Empati.

Video adalah media sempurna untuk mengekspresikan empati. Anda dapat menampilkan emosi jauh lebih mudah daripada dalam format lain (seperti teks atau gambar), dan memunculkannya dihadapan calon pelanggan Anda. Ketika mereka melihat apa yang Anda rasakan, mereka cenderung merasakan hal yang sama.

Empati dapat memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan video marketing. Kita semua sependapat bahwa emosi merupakan kunci keterikatan brand dengan calon pelanggan. Tapi lebih dari itu semua, Anda tidak hanya cukup dengan membangun keterikatan emosional. Anda perlu menciptakan empati! Empati dalam hal ini membiarkan audiens membangun sendiri ego mereka. Anda tahu bahwa Anda mengerti siapa mereka, dan Anda merasakan emosi mereka dan terhubung dengan mereka. Intinya, Anda mengerti dan berbagi perasaan calon pelanggan potensial Anda.

Saat Anda mencoba membuat seseorang tertawa terbahak-bahak untuk menemukan emosinya, dan kemudian berempati dengan mereka melalui video, maka Anda cenderung menarik perhatian audiens Anda, berbicara mengenai kebutuhan dan keinginan mereka, dan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Emotional Marketing merupakan suatu keharusan jika Anda ingin menempatkan perusahaan Anda keluar dari kerumunan pasar dan berhenti berbicara tentang fitur produk Anda. Bukan lagi fokus pada bagaimana cara Anda akan menyelesaikan masalah calon pelanggan Anda dengan segudang kehebatan produk atau jasa yang Anda miliki. Namun dengan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda memiliki empati, lalu mampu mengurangi rasa sakit mereka, atau memberi mereka sesuatu yang mereka inginkan.

Demikian untuk kesempatan ini, mohon maaf jika ada kesalahan.

Terimakasih,

dan Mari Bicara Emotional Marketing.

 

Robby Cahyadi

Trainer Emotional Marketing

 

Ingin berdiskusi lebih banyak mengenai Bisnis & Emotional Marketing? Ikuti Facebook Page saya disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *